Setiap manusia dijamin oleh undang-undang untuk memilih pilihan politiknya secara bebas meski kenyataan kadang beda. pilihan politik adalah hak asasi kita masing-masing dan tidak harus sama dari waktu ke waktu.
Melihat pilihan politik saya mulai dari awal bisa memilih (17 tahun, pemilu 2004). pilihan politik saya hampir tidak pernah sama dengan orang tua maupun keluarga saya, kalaupun samu mungkin hanya kebetulan, untunglah keluarga saya paham betul tentang pemilu yang LUBER, jadi kami bebas memilih sesuai kehendak hati masing-masing.
Pada pemilu 2004, putaran pertama saya memilih Amien Rais meski keluarga saya orang Nahdatul Ulama dan pengikut PKB. kemudia putara kedua saya memilih Susilo Bambang Yudhoyono dan akhirnya pilihan ini menang dan alhambulillah juga negara sekarang Insya Allah sudah lebih baik dari 2009.
Pada pemilu 2009 ini saya mengikuti dan melihat perkembangan politik, ada tiga pasangan capres dan cawapres yang bersaing, ketiganya mungkin saya pilih, tapi saya bukanlah pemilih cinta mati, pilihan saya berubah-ubah dengan melihat kemampuan mereka.
setelah mengikuti beberapa lama tentang pasangan capres mulai sebelum mereka deklarasi, inilah penilaian saya:
Pasangan no 1:
Megawati SP menurut saya orang yang hebat sekita berorasi, mungkin beliau memiliki kemampuan mirip ayahnya. mungkin ini kelebihan satu-satunya dari beliau yang dapat saya lihat. mohon maaf untuk pendukung megawati.
Prabowo S menurut saya orang yang kuat, dia memiliki loyalitas dan berpikir ke depan. prabowo memiliki konsep ekonomi yang bagus, programnya dipaparkan dengan baik dan sampai saat ini saya menyimpulkan bahwa beliau layak dipilih seandainya beliau menjadi capres, tapi karena jadi cawapres menurut saya percuma.
Pasangan ini menurut saya pasangan yang bagus namun terbalik komposisinya, senadainya dibalik (megawakil) mungkin saya mempertimbangkan untuk memilihnya. saya takunya kalau memilih kepemimpinan bangsa ini akan tidak jelas karena wakil akan lebih dominan dalam memutuskan. mohon maaf untuk pasangan no 1
Pasangan no 2:
Susilo BY menurut saya orang yang tenang dan santai, beliau memiliki perhitungan yang hebat ketika memutuskan dan memiliki wibawa sebagai seorang pemimpin. namun saya tidak melihat beliau memiliki konsep ekonomi dan terlalu kalem untuk meminpin bangsa ini, terlalu jaga image sehingga bagi saya terkesan bisanya ngomong doang.
Boediono, saya belum bisa banyak menggambarkan pak Boediono karena terus terang saya masih bingung tentang beliau. satu kelemahan beliau yang saya lihat adalah kurang bisa berbicara di depan publik namun ini tidak menunjukkan beliau kurang pintar, beliau jadi komandan BI jelas orangnya pintar.
Pasangan ini adalah pasangan istimewa, saya melihat pasangan ini pasangan yang mewah, mulai dari deklarasi sampai pakaian-pakaian yang dia pakai menunjukkan kemewahan. Pasangan ini seakan-akan bergaya barat. jadi membenarkan isu yang dikeluarkan lawan politiknya tentang neoliberal. selama masa kampanye saya tidak melihat konsep ekonomi yang jelas dalam pasangan ini. akhirnya saya memutuskan untuk tidak memilih pasangan ini.
pasangan no 3
jusuf K menurut saya orang yang gesit dan apa adanya, sesuai dengan jargon beliau lebih cepat lebih baik, beliau seorang pengusaha sehingga konsep ekonominya jelas dan bisa mengerti pengusaha. sifat humorisnya menunjukkan kesederhanaan rakyat indonesia, satu hal kekurang beliau adalah kalah ganteng dengan Susilp BY.
Wiranto, saya kurang tau tentang orang ini, saya melihat beliau hampir mirip Susili BY.
Pasangan ini pasangan yang ideal dimana prisen dan wakilnya berimbang namum kepemimpinan tetap di prisiden. konsep kemandirian bangsa yang diusung juga masuk akal. akhirnya saya memutuskan untuk mendukung pasangan ini dan memilihnya nanti saat 8 juli 2009
ini hanyalah pandangan pribadi saya. keputusan serta pandangan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. mohon maaf jika ada yang merasa tersinggung.
DIarsipkan di bawah: Opini | Tagged: boediono, jk, jusuf kalla, megawati, megawati sukarno putri, pemilu, pilpres, prabowo, sby, susilo bambang yudhoyono, wiranto | 3 Komentar »



