Malam itu aku diajak makan oleh seseorang yang egois, akupun dengan senang hati mengikutinya, kami makan di rumah makan panorama deket d3teksi, kampus ITS yang di menur. Tempat makannya agak di dalam dan ini baru pertama aku makan disitu, tempatnya keren dan bikin romatis karena lesehan, ini juga pertama aku makan berdua di tempat romantis bersama orang yang ngajak itu.
Kami pun sampai di rumah makan panorama, aku langsung memilih tempat duduk dan seperti biasa kami duduk berhadapan karena dia tak pernah mau duduk disampingku kalau lagi makan. Suasananya indah karena tempatnya tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap, kamipun mulai pembicaraan seperti biasa, membicarakan masalah umat. Ditengah pembicaraan dia ngajak bertukar tempat duduk karena aku duduk di bagian yang bisa bersandar ke tembok, aku tidak mau. Pikirku sekali-sekali aku gak ngalah kan gak masalah. Eh, malah dia pindah meja, kalau gitu aku ngajak dia supaya geser mejanya agar sama-sama bisa bersandar dan pembicaraan masih bisa berlangsung dengan santai, namun dasar orang keras kepala, dia gak mau dan menulis semaunya sendiri, aku berusah tetep bersabar.
Beberapa menit kemudian, makanan yang kami pesan datang, aku pun mengajak dia untuk segera makan, tapi diatidak mempedulikanku, malah nulis-nulis seenaknya, ah hatiku mulai gak enak, bukan karena lapar dan pengen cepet makan, tapi karena sudah sering dia seenaknya sendiri kalau sama aku. Setelah berkali-kali aku ngajak dan aku tidak bisa lagi bersabar, aku pun ambil buku ku dan menulis semauku tanpa memperdulikan dia. eh, kemudia dia kembali ke tempatnya dan ngajak makan, tanpa aku perdulikan aku terus menulis, setelah menulis kami pun makan tapi dengan suasana hatiku yang sudah tidak mode.
Makan dengan suasana yang mencekam, aku males untuk berkata satu katapun, aku bahkan lupa makanannya enak gak ya..? kapan-kapan ku makan disana lagi deh. Awalnya kami merencakan untuk membicarakan masalah umat setelah makan, namun karena suasana hatiku yang tidak mode tadi, aku mengajak pulang setelah makan, meski awalnya dia gak mau pulang dan ngajak tetep membicarakan kepentingan awal, aku tetep bertahan dengan pendapatku. aku akan pulang, dan kamipun pulang dengan suasana yang tidak enak.
Bukan maksud hati untuk membuat suasana tidak enak, tapi aku ingin menjadi diriku yang dulu, punya sedikit egois, tidak selalu ngalah sama orang yang ujung-ujungnya menyiksa diriku sendiri. Ayo show your self….!
Semoga semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.
DIarsipkan di bawah: my feel | Ditandai: egois, idealis, sabar




ayo…..yang kutahu, kamu dulu nggak separah sekarang ini, dalam beberapa hal…
gal bisa login nech
::nuha
kalo boleh tau apa aja beberapa hal itu.. aku kadang mikir aku yang sebenarnya kayak apa, ampe lupa akan diriku yang asli..