Banyk orang yang mengkritisi sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebut saja perwakilan rakyat meski belum ada bukti karena agendanya “jalan-jalan” ke luar negeri, banyak yang menggap itu menghamburkan uang negara, sementara rakyat masih jatuh dalam kemiskinan. Namun, kebiasaan ini tidak serta merta dapat kita salahkan, coba kita bayangkan sudahnya menjadi anggota dewan, bagi para aktifis mahasiswa, coba bayangkan betapa capeknya ketika mengadakan kongres, musyawarah atau sejenisnya, lalu kita perlu refresing, mahasiswa juga sering mengadakan kunjungan, rekreasi atau sebagainya.
Kalo kita melihat kebiasaan DPR dimana ketika ke luar negeri selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata, saya kira susah mengubah kebiasaan ini, kan kalo kita lihat ketika masih pendidikan, ketika kita mengadakan study banding, biasanya kan selalu mampir ke tempat-tempat wisata.. nah kalau kebiasaan ini disuru berhenti langsung ketika jadi anggota DPR, ya susah. Karena kebiasaan ini kan udah dibina sejak kecil.



